Anemia

Apa Itu Anemia?
Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin (Hb), protein yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Orang tua perlu memahami dan menerapkan kebiasaan pola makan yang baik agar anemia bisa dihindari — bukan cuma memeriksakan anak kepada dokter setelah terbukti anemia.
Pernah merasa cepat capek, pucet, atau jantung berdebar-debar ngga jelas? Bisa jadi itu tanda-tanda anemia — kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin (Hb), yang penting banget buat ngangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Kenapa Bisa Anemia?
Penyebab paling umum adalah kurangnya asupan zat besi, folat, dan vitamin B12. Lho, kenapa zat besi sepenting itu? Karena zat besi adalah komponen utama hemoglobin! Kalo asupannya kurang, tubuh nggak bisa bikin sel darah merah yang cukup, dan oksigen pun susah dianterin ke seluruh tubuh. Yaa, bayangin aja kayak ekspedisi paket yang kekurangan kurir.
Selain kekurangan asupan gizi, anemia juga bisa disebabkan oleh perdarahan hebat (misalnya mens berkepanjangan atau luka serius), penyakit kronis (seperti gagal ginjal atau kanker), atau gangguan genetik seperti thalassemia dan sickle cell anemia. Bahkan ibu hamil pun sangat rentan terhadap anemia karena kebutuhan zat besi mereka naik drastis untuk mendukung pertumbuhan bayi.
Kenali Gejalanya!
Saat tubuh kekurangan oksigen akibat sel darah merah, besi, folat, atau vitamin B12 yang kurang, berbagai organ tubuh bakal 'ngeluh.' Gejalanya antara lain: kulit dan bibir pucat, gampang lelah atau lemas, sakit kepala dan pusing (bahkan pas lagi ngga di jalan raya!), nyeri dada, sesak napas, dan detak jantung cepat atau tidak teratur.
Anemia kronis juga bisa mempengaruhi konsentrasi dan produktivitas, terutama pada anak-anak dan remaja. Makanya, deteksi dini lewat pemeriksaan darah rutin itu penting banget!
Bagaimana Diagnosisnya?
Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami anemia, dokter biasanya akan melakukan tes darah lengkap (CBC) untuk mengukur kadar hemoglobin dan jumlah sel darah merah. Jika kadar hemoglobin di bawah normal, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebabnya — apakah karena kekurangan zat besi, vitamin B12, folat, atau masalah lain.
Cegah Anemia, Mulai dari Piring!
Kabar baiknya, sebagian besar kasus anemia bisa dicegah dengan pola makan yang sehat dan seimbang. Pastikan konsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, bayam, dan sayuran hijau gelap lainnya. Jangan lupa kombinasikan dengan makanan tinggi vitamin C (jeruk, tomat, paprika) karena vitamin C membantu penyerapan zat besi di usus.
Buat vegetarian dan vegan, fokus pada sumber zat besi nabati seperti tempe, tahu, kacang merah, dan bayam — tapi tetap ingat ya, zat besi dari nabati lebih susah diserap tubuh dibanding dari hewani, jadi butuh porsi lebih banyak dan kombinasi vitamin C.
Selain pola makan, konsumsi suplemen zat besi juga bisa dipertimbangkan, terutama untuk ibu hamil, remaja putri yang sedang menstruasi, atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Tapi ingat, konsultasi ke dokter dulu sebelum minum suplemen biar dosisnya tepat.
Topik Kesehatan Terkait
Penyakit Terkait
Referensi
- • WHO. Kemenkes RI. SM 2023. AloDokter. HelloSehat